Yeah, setelah bersenang-senang di kotanya, saya kembali menerjang jalanan pulang yang memisahkan kami. Sebentang jarak yang harus saya tempuh hanya untuk melihat dengan jelas potongan baru rambutnya. Sekian waktu yang harus saya lalui hanya untuk sekedar menikmati senyumnya sembari menatap ke dalam bola matanya. Sebuah perjalanan yang tak akan terasa panjang jika dilalui dengan penuh pengharapan.
Bukan. Kali ini saya tidak akan mengeluh mengenai hal itu. Saya tidak mau mengeluh.
Malam itu jalanan sama sekali tak lengang. Puluhan bus dan truk berpacu bersama, beradu dalam selembar aspal dengan hiasan cat putih di atasnya. Berebut tempat untuk dapat dengan cepat sampai ke tujuannya, berlomba-lomba untuk menjadi yang tercepat. Maka berbagai cara pun ditempuh. Menyalip kendaraan di depannya adalah pilihan yang paling banyak disukai. Mengambil jalur kanan, mengganti ke gigi yang lebih tinggi sambil menginjak pedal gas lebih dalam adalah cara cepat untuk melewati kendaraan lain. Sungguh bangga mereka yang berhasil melakukannya, bukan hanya sekali atau dua kali. Dan mereka pun kembali melaju dengan kecepatan penuh sambil membusungkan dada, merasa hebad telah mengalahkan saingannya.
Sepasang spion menjadi pengawas bagi para pengendara. Sesekali mereka menengok ke arahnya. Bukan untuk bercermin, tapi untuk memastikan bahwa tidak ada kendaraan lain yang menghalangi jalan mereka saat ingin melancarkan misi untuk menyalip kendaraan di depannya. Memang saat menyetir tidak boleh hanya terus-terusan memandang lurus ke depan, sesekali menengok ke belakang juga dirasa sangad penting untuk dapat melihat situasi.
Bukan hanya pesaing-pesaing handal yang menghambat perjalanan sebuah kendaraan, sering kali ditemui lapisan aspal yang terkikis atau bahkan telah menjadi sebuah lubang besar. Terpaksalah mereka harus membanting setir ke kanan dan ke kiri untuk berkilah dari jutaan lubang menganga yang siyap melahap karet ban atau lebih parah lagi velg mereka lah yang harus jadi korban. Cara lain untuk melaluinya adalah dengan mengurangi kecepatan sejenak, menikmati guncangan kecil saat melewati sebuah lubang. Karena melewati lubang dengan kecepatan tinggi akan dapat membuat kendaraan mereka mengalami guncangan hebad atau bahkan mental tak terkendali. Lubang-lubang di jalanan bukanlah sesuatu yang harus dicaci dan dimaki, namun harus dilewati dengan tenang agar tidak canggung saat melewati lubang-lubang berikutnya.
Dan malam itu roda kanan belakang kendaraan yang saya tumpangi berhasil kempes, nyaris melukai tulangnya (velg) karena berkali-kali melewati lubang-lubang dalam dengan kecepatan tinggi. Maka kendaraan terpaksa menepi, mengganti roda yang rusak dengan yang baru. Hal ini sungguh menyebalkan, mengingat cuaca di luar sana sangad tidak mendukung. Saya harus menikmati dinginnya angin malam jalanan. Belum lagi waktu yang harusnya bisa dilalui dengan perjalanan indah, kali ini terbuang hanya untuk melakukan sedikit sentuhan pada kendaraan ini. Yah, tak ada salahnya berhenti sejenak saat melalui perjalanan panjang. Sebuah pelajaran untuk kami.
Kejadian itu membuat saya yang menjadi navigator perjalanan harus melihat lebih teliti lagi jika ada lubang di depan kendaraan. Maklum, temaram lampu jalanan tidak banyak membantu dan bahkan tak jarang banyak lampu yang tidak lagi mampu mengeluarkan sinarnya. Mungkin memang kita harus siyal dahulu untuk dapat bertindak lebih hati-hati.
Perjalanan pun dilanjutkan. Kembali menginjak pedal gas, sesekali menengok ke arah spion kanan dan kiri, dan menikmati guncangan saat melewati lubang.
Rupanya berkendara itu tidaklah semudah yang saya kira. Ini adalah sebuah jalan yang harus saya lewati, harus saya hadapi…
February 13, 2008 at 11:02 pm
Walah… Ndak ada bedanya rambutku niez, cuma gak lagi diangkat aja…
Hmm… Niez, saya sering ngebut niez klo naek motor. Palagi klo malem…
Lha, jadi karena itu toh bannya pecah?? Pulangnya jadi rada telat yah kemarin…
Satu pertanyaan, sebuah analogi kah ini??
February 13, 2008 at 11:08 pm
kadang lubang jalanan itu sebagai penanda untuk selalu berhati-hati dan konsentrasi ..
February 13, 2008 at 11:45 pm
mau pertamax…selalu keduluan adit. hmmm!
February 13, 2008 at 11:46 pm
Ambigu
February 14, 2008 at 12:10 am
Heleh! Jauh2 nang jakarta mung dikon ndhelok rambut si Adit?
Mesakke tenan kowe ndhuk2, berat banget perjuwanganmu! Ck ck ck..
**lari terpuyuh-puyuh sebelum Adit ngasah parang**
February 14, 2008 at 12:17 am
Demi liat rambut barunya,
menikmati senyumnya,
menatap bola matanya…
*lirik telinga adit yg setinggi 2mtr demi baca postingan ini*
ck…ck…ck…
Beratnya perjuanganmu, niez…
February 14, 2008 at 1:04 am
Perjalanan ‘cinta’ lelah tapi terasa… hehehe..
February 14, 2008 at 1:06 am
oh….! sudah bulan madu juga ibu adit
kapan punya momongannya
February 14, 2008 at 4:56 am
Doh, saya kok seperti membaca buku diary saya 2 tahun lalu..
f***lentine kali ini saya sendirian, hikz..
February 14, 2008 at 6:14 am
wiiw, perjalanan cintanya jauh juga hehe..tp kalo dinikmati, biar ban kempes juga terasa asikkk….
February 14, 2008 at 8:13 am
lha sopirnya siapa??

bukan adit to??
kan asik berduaan pas ban kempes, coba aja
hihihi
February 14, 2008 at 9:21 am
# adit-ku

ehehheee, lebih pendek dan lebih rapi, dit.
jangan kenceng2 lah, dit, klo ngebut. kasiyan motornya klo mesti nglewatin lubang2 begitu kenceng2. blum lagi klo ketemu polisi tidur…
hu’uh, sejam sendiri buat ganti ban…
iya, analogi. adit suka kan…
# regsa
iya, kisanak. mungkin itu sebabnya jalan2 ga cepet2 ditambal.
# yus aja
bukannya adit emang lengganan pertamax ??
# Payjo
ambigunya dimana jo ??
# goen
ahahhaaaa…asem yaaa…
# 5un5hine
tenang, adit udah pake helm kok…
# Zan’s
haiyah…
# teguh
apa sih mas…
# qzink666
gyaaah…
# ojat
haiyah…
# goop
bukan. yang nyetir sepupu saya kok. adit tetep di jakarta…
February 14, 2008 at 9:22 am
dah sampe semarang kan…??? perjalanan sudah usai kan…???
jangan lupa choper box di beef’s…!!!
February 14, 2008 at 9:22 am
# all
ini bukan cuma perjalanan cinta. hidup ini juga sebuah perjalanan…
February 14, 2008 at 9:24 am
# celo
apa ya ?? *siyul2
February 14, 2008 at 9:25 am
punya saiyah nggak di feedback
*bakar ban bekas*
February 14, 2008 at 9:27 am
situ sudah berjanji… saiyah masi nyimpen log chatnya lho *threatening* kalo nggak mau ntar kak aditnya nih yang aku porotin…!!!
February 14, 2008 at 10:42 am
sudah pulang ya?
tapi perjuangan cintanya itu….
February 14, 2008 at 10:50 am
postingannya cukup puitis disertai analogi yang bagus. memang perjalanan itu banyak rintangannya. ah tapi postingan ini berbau narsis. entahlah…
February 14, 2008 at 11:39 am
Abis seneng2 trus diuji dikit biar ga lupa sama Tuhan.
February 14, 2008 at 12:19 pm
Jelas analogi nih, bagus banget bisa bikin postingan gini dibandingin unda yang sukanya caci maki doang
Selalu aja merasa hebat klo mengalahkan pesaing, padahal semestinya kita tuh baru bisa bangga klo bisa ngalahin diri sendiri
Gk cuman kebelakang kan? kanan kiri juga harus diperhatikan? tapi kalimat yang bagus banget niez. Kebanyakan orang-orang dah gk mau liat gimana dia dulunya, kacang lupa sama kulitnya
ngap ngeluh klo ada masalah, cari cara buat nyelesein dong
minimal bisa menenangkan pikiran dan diri niez?
dari situ kita bisa ambil pelajaran biar gk terjerumus lubang yang sama
(unda ni ngap c? malah nyampah di rumah orang)
February 14, 2008 at 12:21 pm
yah, jadi gk jelas deh komen unda
padahal niatnya tadi mau quote, tapi kok gagal ya? hehehe
February 14, 2008 at 12:29 pm
duh….bikin ngiri aja nie pasangan narsis.
perjalanan yg mengesankan.
February 14, 2008 at 12:38 pm
Hmmm…
Jadi hidup itu kayak orang naek kendaraan ya…
Saya naek pesawat aja deh kalo gitu.. ndak ada lubang di langit soalnya
February 14, 2008 at 1:21 pm
ada pilosopi dari berkendaraan malem2. perjalan berkilo2 bisa ditempuh dengan lampu mobel yang hanya menerangi beberapa meter ke depan..
ni maksudnya apa niez :
“…mengurangi kecepatan sejenak, menikmati guncangan kecil saat melewati sebuah lubang..”
hemmm… gitu ya.. hahaha…
*kabor*
February 14, 2008 at 1:46 pm
wah wah wah, jd inget salah satu lagu jadul
lautan kan kusebraangi…
gunung pun akan kudaaaaki…
asal kan kudapati, cinta suci abadi…
Permata aku taaak peduliiiii hiiii…
sarimiii-sarimiii… (LHO??
hahaha..)
si-adiet beruntung kali dapet cewek kyk niez
February 14, 2008 at 2:50 pm
Kayaknya judul postingan yg lebih tepat adalah Ke-ban-an
February 14, 2008 at 5:08 pm
hidup ini adalah sebuah perjalanan yang pendek dan akan segera menuju ke perjalanan yang jauh.. tinggal masalah waktu saja… kapan kita akan berjalan jauh…
February 14, 2008 at 5:18 pm
LDR emang susah, tapi kebayar kan NIez semua kangennya begitu ketemu….Jakarta -Semarang sih ya..*liat nasib diri sendiri*
February 14, 2008 at 5:54 pm
Rupanya cinta itu tidaklah semudah yang saya kira. Ini ada merupakan salah satunya
xixixi
February 14, 2008 at 8:24 pm
# celo
*siyul2
# itikkecil
iya, udah pulang sejak senen, mba.
# cK
bukankah 98% blogger adalah narsis ??
# calonorangtenarsedunia
itulah knapa Tuhan menciptakan rasa “sakit”.
# anakrimba
panjang banget, mas, komengnya…
tuh udah dibenerin kok quote-nya.
# Ina
klo ngiri ya cari dunk, mba…
# Nazieb
naik pesawat juga bisa keganggu navigasi, cuaca, dll.
*inget kejadian adam air
# macanang
kadang kala menikmati kesedihan juga perlu lho biar lebih siyap ke depannya.
# mitra w
kok jadi sarimi ??
# adis
haiyah…
# alfaroby
nobody knows…
# stey
tapi abis pulang jadi kangen lagi. uhuhhuuu…
# kktian
lha kok kata2nya diubah ??
pamer avatar baru…
February 14, 2008 at 9:42 pm
oh sayah blom komen niez.. maap
*ditimpuk niez*
aduh iyah deh,, perjalanan cinta..perjalanan hidup..
itu semua jalannya panjang..tapi kita harus berusaha
*apaan sih*
February 14, 2008 at 10:26 pm
demi cinta niez..badai, angin, dingin, tsunami..jalan teroooosss…yg penting ketemu yayank..
dyuuuuuuuuuhhhhhhhhh…
February 14, 2008 at 11:01 pm
tau lagunya britney spears yang someday…??? ada liriknya yang lumayan bagus…
maksudnya apa ya ?
February 15, 2008 at 12:22 am
koment ah…
February 15, 2008 at 12:48 am
Coba klo itu disamakan dengan perjalanan idup ato cinta, ya begitulah, klo ngga’ ati2 patah ditengah jalan. mangkanya harus lebih bijak untuk melangkah lebih jauh, niezz. Ah getirnya dah aku rasaiin malah ampe sekarang.
itu baru dikit Niezzzzz.
February 15, 2008 at 5:51 am
serasa baca blogna caplang
*ditabok*
February 15, 2008 at 6:54 am
owalah niez, naek montor mabur tho, biar nyaman..
February 15, 2008 at 8:43 am
nggak ada
loejalang berlobang nggak rame…gitu kali yaks…
February 15, 2008 at 10:25 am
kok niiz terus yg nyamperin adit?
kapan adiet yg ke smrg ?
*ngompor mode on
February 15, 2008 at 12:15 pm
smangkin mesra aja anakku dan mantuku ini…
February 15, 2008 at 2:18 pm
bagusnya gak kena tilang..
*jadi apesnya gak sampe bertubi2
February 15, 2008 at 3:24 pm
jadi inget waktu jam 6 pagi diboncengin sama Andrew….
jan sarapan rambut tenan…
mana akselerasinya gak nguatin pula…
lubang juga terjang saja
saya jadi merasa perjalanan mbak niez lebih berasa,, kan sama yayank…
*nangis di pojokan*
gak bisa berenti bikin saya ngiri nih mbak T____T
February 15, 2008 at 4:29 pm
believe it or not, setiap perjalanan itu pasti berujung..
February 15, 2008 at 5:01 pm
Saya jadi heran. Akhir-akhir ini koq banyak yang jalan-jalan ya?
February 15, 2008 at 5:17 pm
perjalanan hidup ini panjang & gak akan pernah berakhir..
jadi Qta mesti ‘berjalan’ dgn benar dan hati2..
February 15, 2008 at 5:25 pm
Aduh….
” kasian….. “
February 15, 2008 at 7:31 pm
tanpa scrinsyut berarti hoaks???
February 15, 2008 at 8:15 pm
Wow, waktu saya di sulawesi dulu, jalan2 disana itu parahnya minta ampun. jadi gak ada kendaraan yang ngebut gitu deh
February 15, 2008 at 8:37 pm
du du du….naek pesawat aja niez, gak bakal ada cerita salip-salipan, apalagi jalanan rusak kekeke…..
February 15, 2008 at 8:53 pm
Satu lagi pejuang kita temukan,
Dit…!!!!!!
kok niiz terus yg nyamperin adit?
kapan adiet yg ke smrg ?
Katanya sih cukup chatt aja
*ngompor mode on
February 15, 2008 at 9:00 pm
@rumahkayubekas:
Sapa yg bilang cukup chat aja kang!!!
Insya Allah minggu depan aku ke semarang…
February 16, 2008 at 2:00 am
jalur pantura sekarang bagaikan tambak (kolam ikan) dikala hujan, penuh lubang yg menjebak karena terisi air, pulang ke malang kemarin ban belakang busku robek di makan lobang
February 16, 2008 at 5:34 am
*mencium bau analogi*
February 16, 2008 at 11:12 pm
no coment
*dalam keadaan tidak stabil lahir batin jadi ga bisa kasih coment*
^^
February 17, 2008 at 6:09 am
walah, masa niez menikmati guncangan saat melewati lubang? hm…. lubang yang mana niez?
February 17, 2008 at 9:38 pm
Wooow.. asiknya yah bisa ketemu? hehehehe.. btw, mau nanya cc.. aneh ga sih kl cewe yang datengin cowo sendirian? soalnya ortu ku ngelarang tuh kalo aku pegi ndirian ke kota nya cowoku gituu.. katanya ga etis lah cewe nyamperin cowo ndirian kalo masi pacaran gitu. bla bla bla de..
February 17, 2008 at 11:40 pm
# satona
kan saya ga sendiriyan. saya kan sama sodara2 saya ke jakarta. sekaliyan liburan…
February 18, 2008 at 8:05 am
Pengen jugak negh, kayak mereka berdua…
(selingkuh mode: ON )
February 18, 2008 at 3:54 pm
hai.. salam kenal yaaa…
February 18, 2008 at 4:25 pm
wuih..ati2 niez, jangan negok kebelakang saat sedang rame2nya kendaraan dijalanan..bahaya euy, hehehe
February 19, 2008 at 8:57 am
mengendarai kendaraan emang harus hati2. Konsentrasi dan sabar
February 19, 2008 at 12:46 pm
[...]Sekian waktu yang harus saya lalui hanya untuk sekedar menikmati senyumnya sembari menatap ke dalam bola matanya[...]
waaaahh,, to twiiitt ^^
February 19, 2008 at 3:07 pm
niez, btw kok blognya adit gak bisa dibuka napah ya? lama aku gak ke sono sowan..
(siapa gue gitu lho?) dikau pasti tidak mengenal saya, soalnya sayah jika ke sini tiada pernah meninggalkan jejak
*terbang?*
daaaggg….
February 20, 2008 at 7:25 am
asik ya jalan jalan ke dufan bareng sang kekasih,,
Serasa dunia milik berdua yang lain ngontrak..heheheh
February 20, 2008 at 8:10 am
Mana oleh2nya???
February 20, 2008 at 10:17 am
[...] gerbong 2 – 9D. Kembali kubaca tulisan tersebut di lembar perjalananku. Sekaligus memastikan bahwa labuhan terakhir si kuda putih ialah Semarang Tawang. Sedikit cemas [...]
February 20, 2008 at 12:50 pm
[...] sebagian program antivirus, program ini katanya terdeteksi sebagai virus. (kata pacarnya Niez) Tapi di komputerku ok2 aja. Gak ada [...]
February 20, 2008 at 1:15 pm
[...] sebagian program antivirus, program ini katanya terdeteksi sebagai virus. (kata pacarnya Niez) Tapi di komputerku ok2 aja. Gak ada [...]
February 21, 2008 at 8:41 am
niez… adit datang tuh…
February 21, 2008 at 3:03 pm
di karungi..di bawa pulang…!!!!
wakakkakakkakaa
*kabouurrrrr*
February 23, 2008 at 7:23 am
panjang bacanya….
February 24, 2008 at 6:46 pm
gak ngerti.
*kabur*
April 21, 2008 at 1:51 am
itu artinya, hidup ini tidak sendiri. banyak hal disekeliling kita, yang butuh perhatian. tidak perlu ada rasa angkuh, merasa paling baik atau merasa orang lain tidak perlu….iyo tooooo
May 21, 2008 at 10:14 pm
[...] Siyang itu saya berpacu bersama si kuning keemasan dengan kecepatan normal. Namun jalanan penuh lubang di depan memaksa saya memperlambat lajunya, menikmati goncangan perlahan. Kemudian saya melirik [...]